Minggu, 28 Juni 2009

....No FEAR....

No fear, no pain
Nobody left to blame
I'll try alone
Make destiny my own
I learn to free my mind
Myself I now must find
Once more, once more

So here I am
In solitude I stand
I've got dreams inside
I need to realize
My faith has grown
No fear of the unknown
No more, no more!!!!

.....................................

Rabu, 24 Juni 2009

CINTA

 jika ia sebuah cinta...
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar...

jika ia sebuah cinta...
ia tidak buta...
namun senantiasa melihat dan merasa...

jika ia sebuah cinta...
ia tidak menyiksa...
namun senantiasa menguji...

jika ia sebuah cinta...
ia tidak memaksa...
namun senantiasa tulus...

Jika ia sebuah cinta
ia tidak cantik...
Namun senantiasa menarik...

Jika ia sebuah cinta...
ia tidak datang dengan kata-kata...
Namun senantiasa menghampiri dengan
hati...

Jika ia sebuah cinta...
ia tidak terucap dengan kata...
Namun senantiasa hadir dengan sinar
mata...

Jika ia sebuah cinta...
ia tidak hanya berjanji...
Namun senantiasa mencoba
memenangi...

Jika ia sebuah cinta...
ia mungkin tidak suci...
Namun senantiasa berusaha...

Selasa, 16 Juni 2009

Waktu yang tepat untuk berpisah

Dan bila kau harus pergi
Jauh dan tak kembali
Kau akan merelakan mu bila kau bahagia
Selamanya disana walau tanpaku

Ku akan mengerti cinta dengan semua yang terjadi
Pastikan saja langkahmu tetap berarti

Bisakah aku tanpamu sanggupkah aku tanpamu

Sehangat pelukan hujan saat kau lambaikan tangan
Tenang wajahmu berbisik
Inilah waktu yang tepat tuk berpisah
Selembut belaian badai saat kau palingkan arah
Jejak langkahmu terbaca
Inilah waktu yang tepat tuk berpisah

Ku akan pahami cinta
Dengan apa yang terjadi
Pastikan saja mimpimu tetap berarti

(*)
Aku tak pernah mengharap kau tuk kembali
Saat kau temukan duniamu
Aku tak pernah menunggu kau tuk kembali
Saat bahagia mahkotamu bila kedamaian

Selimuti jangan kau kembali


By : sheila on7

Minggu, 24 Mei 2009

Tak Berpilihan


Bukan waktu singkat aku dan kau hingga di tempat ini

Bukan selalu melewati hari cerah kita berjalan hingga di tempat ini

Banyak petir menggelegar, banyak hujan badai menghantam

Sekadar menguji apakah aku dan kau hingga di tempat ini,

terus bersama hingga di surga nanti

Selalu bersama sampai matahari berubah petang lalu kelam

Pernahkah kau sadari, seletih apa kaki kita melangkah

Menyusuri setiap peluh juga tawa riang

Mengais setiap tusukan juga pelukan

Bukanlah dendam yang ingin kukenang

Namun kecupan yang ingin kusimpan

Bertabur dan berhias keikhlasan dan berkah

Dengar sayang,

Bila waktu berputar dan kau mengingkar

Betapa hancur lebur jiwa serta raga

Rasakan sayang,

Andai buih kebohongan meluruh di sisi hati

Betapa pedih pilu meradang

Aku tetap manusia biasa

Dengan canda dan amarah

Aku tetap pria setia

Walau kau melupa meski sesaat

Dan aku tetap ingin memelukmu

Demi segenap rindu yang mengiris kalbu

Lalu merapuh

Seandainya aku menua, hingga tiada lagi warna merah merona

Adakah kau setia bersamaku, memeluk tubuh yang kian merapuh

Seandainya Tuhan mengambil kembali jemariku

Adakah kau sudi menyisirkan rambutku

Adakah kau tetap bersamaku, dengan senyum dari lubuk hatimu?

Ataukah kau berteriak kencang, HANYA MIMPI, Topan!

Lalu kau berlari sejauh mungkin dari rengkuhanku

Belasan hari menunggumu, memohon senyum keindahanmu

Puluhan waktu menunggumu, meminta sentuhan hati terlembutmu

Sadarlah sayang,

Adalah kau yang hadir di semua mimpi indah bahkan mimpi burukku

Atas semua bentangan waktu yang berjajar rasa sakit dan kebanggaanku
akan dirimu

Aku berharap untuk selalu memelukmu ketika setiap detik berdetak
bersamamu

Aku berharap untuk selalu menyentuhmu ketika kau bermuram meragu

Aku berharap untuk selalu membelaimu ketika kau terbaring dalam sedihmu

Aku berharap untuk bisa berikan tubuhku ketika kau marah dan ingih
menjauh

Dan,

Aku berharap akan pelukanmu ketika letih kakiku

Aku berharap akan candamu ketika aku melempar amarah padamu

Aku berharap belaianmu ketika aku membeku dalam keras kepalaku

Aku berharap kecupanmu ketika aku merasa cemburu dan teriaklah pada
dunia bahwa aku hanya milikmu

BINTANG KESIANGAN

Ikuti saja yang penting sama-sama cinta
Dan kita saling percaya
Rasa sayang gak bakal hilang
Sabarlah jangan sekarang

Tenang-tenanglah sayang jangan kau bimbang
Masihku bayang-bayang
Tenang-tenanglah sayang kau terlihat tegang
Waktu kita masih panjang
(Nanti juga akan datang)

Ikuti saja santai dan nikmati yang ada
Jangan terpaksa dan jangan memaksa
Jangan mengada-ada

Tenang-tenanglah sayang jangan kau bimbang
Masih dibayang-bayang
Tenang-tenanglah sayang jalan smakin terang
Sebentar lagi kan datang

Mimpi yang kita bayang nanti pastikan terbang
Mimpi kita melayang yakin mencapai bintang

Gak peduli orang-orang bilang
Cuma bikin otak tegang
Mereka banyak ngoceh ngarang
Mereka banyak pemimpi yang kesiangan

Siang-siang . . . siang bolong
Yang kesiangan . . . siang-siang . . . siang bolong


Lirik oleh : SLANK

Selasa, 19 Mei 2009

"Ku Ingin"


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya air